URBN Raup Laba Bersih Rp 119,2 Miliar di 2019, Naik 158 Persen

URBN Raup Laba Bersih Rp 119,2 Miliar di 2019, Naik 158 Persen

Pengembang properti yang fokus pada hunian Transit Oriented Development (TOD), PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN), meraup laba bersih Rp 119,2 miliar. Angka itu melonjak 158 persen dibanding tahun lalu.
Adapun laba bersih itu ditopang oleh pendapatan sebesar Rp 438,5 miliar, atau meningkat 31,8 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pendapatan perseroan yang utama adalah penjualan apartemen sebesar Rp 381,5 miliar, naik 24 persen dari tahun sebelumnya, yang menyumbang sekitar 87 persen dari total pendapatan perseroan. Pendapatan ini dikontribusikan oleh penjualan unit apartemen Proyek Gateway Park di Jaticempaka, Bekasi Barat, Urban Signature di Ciracas, Jakarta Timur, dan Urban Sky di Cikunir, Bekasi Barat.

Seiring kenaikan pendapatan tersebut, beban pokok pendapatan perseroan juga naik menjadi Rp 293,6 miliar. Namun demikian, URBN membukukan laba bruto sebesar Rp 145 miliar, naik 21,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara di sisi lain, nilai aset emiten berkode URBN per 31 Desember 2019 naik drastis 44 persen menjadi Rp 2,3 triliun. Jumlah kewajiban naik menjadi Rp 1,1 triliun serta ekuitas menjadi Rp 1,3 triliun meningkat 17 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2018.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) URBN menyetujui pergantian pengurus perseroan. Bambang Sumargono ditunjuk menjadi Direktur Utama, serta Firdaus Fahmi dan Jason Chen selaku Direktur. Formasi Dewan Komisaris yaitu Yongky Wijaya dan Rudy Gomedi, masing-masing sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen.

Berdasarkan kinerja dan fundamental keuangan yang semakin kuat serta potensi bisnis yang baik, perseroan juga memutuskan untuk melakukan akuisisi atas proyek Jakarta River City (JRC) yang berlokasi di kawasan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur.

Proyek yang akan dikembangkan di atas lahan sekitar 6 hektare itu mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) dan akan memperkuat portofolio perseroan. Rencana transaksi ini telah mendapatkan persetujuan para pemegang saham dalam RUPSLB yang diselenggarakan bersamaan dengan RUPS Tahunan URBN pada hari ini, Kamis (23/2).

Dalam keterbukaan informasi dan revisi keterbukaan informasi yang sudah disampaikan perseroan, masing-masing pada tanggal 24 Februari 2020 dan tanggal 21 April 2020, perjanjian jual-beli sudah ditandatangani oleh para pihak pada tanggal 12 Februari 2020. Akuisisi senilai Rp 633 miliar atas 51,01 persen saham milik PT Ciptaruang Persada Property (CPP) di PT JRC tersebut akan menggunakan dana internal perseroan, termasuk dana hasil penawaran perdana saham.

Bambang Sumargono, Direktur Utama URBN menyampaikan bahwa JRC akan menjadi proyek kawasan mixed-used berkonsep TOD terbesar di Jakarta. Nilai kapitalisasi total sekitar Rp 10 triliun.

“Kami yakin bahwa kontribusi dari JRC akan sangat signifikan bagi perseroan. Rencana peluncuran proyek ini pada tahun 2021. Kami segera mengembangkan greenfield project JRC agar segera pula memperoleh nilai tambahnya,” ujar Bambang.

LEAVE A COMMENT

Your email address will not be published.

en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish