Urban Jakarta Perbesar Dana Akuisisi Lahan Jadi Rp 342 Miliar

Urban Jakarta Perbesar Dana Akuisisi Lahan Jadi Rp 342 Miliar

  • September 5, 2019
  • in News

PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mendapat persetujuan untuk mengubah rencana penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham untuk akuisisi lahan menjadi 80,83% atau senilai Rp 342,06 miliar. Sebelumnya, alokasi dananya sebesar 50,9% atau Rp 215,77 miliar.

“Alasan perubahan tersebut karena perseroan ingin tetap fokus pada pengembangan kawasan menggunakan konsep dan prinsip transit oriented development (TOD), sehingga perseroan terus berupaya mendapatkan dan mengembangkan lahan-lahan yang berlokasi di titik-titik transportasi massal,” kata Sekretaris Perusahaan Urban Jakarta Propertindo Tri Rachman Batara di Jakarta, Kamis (5/9).

Dengan demikian, juga terjadi perubahan pada alokasi dana untuk pengembangan lahan dan modal kerja. Sebelumnya, perseroan telah menghimpun dana sebesar Rp 423,18 miliar dari IPO pada 2018.

Secara rinci, dana untuk pengembangan lahan awalnya dialokasikan sebesar Rp 129,46 miliar, kemudian berubah menjadi Rp 26,27 miliar. Sedangkan dana untuk modal kerja yang sebesar Rp 77,95 miliar berubah menjadi Rp 54,84 miliar.

“Per Juni 2019, realisasi pengunaan dana untuk akuisisi lahan sebesar Rp 38,15 miliar, pengembangan lahan Rp 13,06 miliar, dan modal kerja Rp 41,63 miliar,” tutur dia.

Batara menegaskan, kebijakan ini juga diambil sebagai langkah antisipasi perseroan terhadap kemungkinan spekulasi yang tidak wajar atas harga tanah di sekitar proyek transportasi massal. “Mengingat perseroan dapat memenuhi kebutuhan modal kerja dan pengembangan lahan dari dana lainnya, maka perseroan meningkatkan porsi penggunaan dana untuk akuisisi lahan,” ungkapnya.

Sementara itu, perseroan menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp 180 miliar pada akhir 2019. Batara optimistis pada akhir tahun, perseroan juga mencatatkan pendapatan sebesar Rp 330 miliar.

Optimisme tersebut ditunjang kinerja keuangan perseroan pada semester I-2019. Urban Jakarta mencatatkan pendapatan sebesar Rp 224,27 miliar per Juni 2019, naik 331% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 52,03 miliar. Laba bersih juga meningkat 226% menjadi Rp 57,2 miliar dari Rp 17,5 miliar.

Batara menambahkan, pencapaian tersebut sebagian besar disumbang oleh penjualan apartemen. “Penjualan unit apartemen di Proyek Gateway Park, Urban Signature Ciracas, dan Urban Sky. Penjualan yang melebihi 10% dari total pendapatan pada semester I, yaitu penjualan apartemen Urban Sky kepada Wijaya Karya Realty senilai Rp 203,14 miliar,” ungkap dia.

Sementara itu, selain persetujuan perubahan penggunaan dana hasil IPO, rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) kemarin juga mengangkat direksi baru. Pemegang saham menyetujui pengunduran diri Tri Rachman Batara sebagai anggota direksi perseroan berdasarkan surat pengunduran diri pada 15 Juli 2019. Kemudian, RUPSLB mengangkat Thomas Go sebagai direktur.

Urban Jakarta merupakan perusahaan pengembangan properti yang didirikan sejak Desember 2016 dan berfokus pada kegiatan bisnis di bidang properti yang terintegrasi dengan transportasi umum. Perseroan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Desember 2018. Perseroan melepas 360 juta saham dengan harga Rp 1.200 per saham.

 

sumber : INVESTOR

LEAVE A COMMENT

Your email address will not be published.

en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish