Kegiatan Bisnis Perusahaan

Saat ini, kegiatan usaha yang dilakukan oleh Perusahaan adalah bergerak di bidang pengembangan properti apartemen yang menghubungkan dengan Pusat Perbelanjaan di beberapa daerah di Jakarta dan Jawa Barat dan fokus pembangunan saat ini adalah perumahan dalam bentuk apartemen dan area komersial.

No.Nama ProyekLokasiEstimasi Tahun KonstruksiTarget PenyelesaianLuas Tanah (m2)Luas Bangunan (m2)Total Unit
1Gateway Park
Bekasi, West Java2017202653.674249.4424.226
2Urban SignatureCiracas, East Jakarta2018202362.239217.3664.365
3Urban SkyCikunir, West Java2018202212.650107.5913.306
4Urban SuitesCikunir, West Java2019202310.80086.0432.106

Keunggulan Kompetitif

Perusahaan percaya bahwa Perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan dengan perusahaan yang bergerak di industri yang sama. Keunggulan Perusahaan antara lain adalah sebagai berikut:

• Perusahaan memiliki Operasi Bersama (KSO) dengan ACP yang merupakan salah satu anak perusahaan dari kontraktor terbesar di Indonesia untuk mengembangkan proyek Perusahaan. Saat ini, ACP juga sedang mengembangkan proyek LRT yang dekat dengan proyek-proyek Perusahaan.

• Perusahaan menerapkan konsep one stop living di setiap proyeknya, di mana penghuninya dapat memiliki kenyamanan dan kenyamanan dalam memenuhi semua kebutuhan pokok mereka tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

• Area Komersial Perusahaan yang dikembangkan dalam stasiun LRT berada di area dengan lalu lintas tinggi di mana ini dapat menarik bagi penyewa dan konsumen di area tersebut.

• Lokasi proyek-proyek Perusahaan strategis dan memiliki aksesibilitas tinggi karena terintegrasi dengan stasiun LRT.

• Tim manajemen Perusahaan didukung oleh sumber daya manusia yang berpengalaman di bidangnya.

Perusahaan memiliki target lahan lain yang akan dikembangkan di masa depan yang berlokasi di Jabodetabek. Perusahaan akan terus membangun dan menyediakan proyek-proyek yang inovatif, modern, berkualitas tinggi dan dengan harga yang terjangkau.

Strategi Bisnis

Tujuan Perusahaan adalah menjadi salah satu Pengembang Properti terbaik. Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, Perusahaan menerapkan strategi bisnis berikut:

• Pengembangan properti residensial untuk segmen menengah di kota-kota dengan pertumbuhan ekonomi dan populasi yang tinggi
Saat ini, Perusahaan memiliki 4 properti komersial dan residensial yang sedang dikembangkan yaitu Gateway Park, Urban Signature, Urban Sky, dan Urban Suites. Di masa depan, Perusahaan berencana untuk mengakuisisi lahan baru atau untuk melakukan sistem kerja sama dengan pemilik tanah di mana Perusahaan bertindak sebagai pengembang yang akan memberikan nilai tambah pada portofolio Perusahaan. Properti perumahan yang ditargetkan oleh Perusahaan juga berfokus pada lokasi yang strategis untuk menargetkan pasar berpenghasilan menengah dengan pertumbuhan ekonomi dan populasi yang tinggi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

• Fokus pada area pinggiran kota Jakarta dan sekitarnya yang secara umum menyediakan lahan yang lebih luas
Karena kelangkaan tanah di Jakarta serta harganya yang mahal, Perusahaan akan secara selektif mencari tanah di daerah pinggiran Jakarta dan sekitarnya. Pengembangan properti di area yang luas, luas, dengan lokasi yang strategis dan harga yang terjangkau menjadi target Perusahaan dalam merencanakan pembangunan.

• Selalu berinovasi dan memberikan penawaran produk yang unik dan kreatif dengan konsep "Transit Oriented Development" dan "One Stop Living" kepada konsumen
Produk yang dihasilkan oleh Perusahaan selalu menekankan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang menghubungkan tempat tinggal dengan LRT, di mana dalam hal ini Perusahaan bekerja sama dengan ACP. Selain TOD, Perusahaan juga akan mengembangkan konsep One Stop Living di setiap proyeknya di mana konsep ini akan memfasilitasi penghuni dalam memenuhi kebutuhan mereka. Penghuni tidak perlu lagi bepergian jauh hanya untuk membeli kebutuhan rumah tangga, menggunakan fasilitas olahraga dan hiburan. Dua konsep utama ini dibawa oleh Perusahaan untuk membedakannya dengan produk properti lainnya.

• Mengoptimalkan sumber daya keuangan untuk pengembangan bisnis
Perusahaan akan terus mendukung dan mengoptimalkan pengembangan bisnis Perusahaan melalui kombinasi yang bijaksana antara arus kas dari operasi dan Pinjaman bank, jika dan kapan pun diperlukan. Perusahaan secara menyeluruh memantau posisi arus kas Perusahaan, secara aktif mengelola pendapatan berulang, dan penjualan Perusahaan untuk membantu memastikan arus kas yang cukup untuk kebutuhan berkelanjutan Perusahaan untuk belanja modal. Selanjutnya, Perusahaan juga akan melakukan disiplin keuangan dalam mengelola utang, likuiditas, dan arus kas Perusahaan untuk membantu memastikan stabilitas keuangan Perusahaan secara keseluruhan dan kecukupan sumber daya keuangan Perusahaan untuk pertumbuhan masa depan Perusahaan.

• Meningkatkan kontrol manajemen internal yang efektif
Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan standar tata kelola perusahaan dan kontrol internal, memanfaatkan keahlian dan pengalaman manajemen untuk meningkatkan operasi Perusahaan di masa depan, dengan menetapkan tanggung jawab yang jelas untuk setiap unit operasional Perusahaan dalam rangka meningkatkan efisiensi keseluruhan Perusahaan dan kemampuan Perusahaan untuk cepat menanggapi perubahan kondisi pasar. Dengan mempertahankan fleksibilitas dan efisiensi di tingkat proyek, Perusahaan bertujuan untuk meningkatkan semua kemampuan keuangan dan pengendalian biaya Perusahaan secara keseluruhan.

Urban Jakarta berkomitmen untuk mengembangkan proyek properti sebagai solusi bagi masyarakat perkotaan, terutama di Jakarta dan sekitarnya. Pada waktunya itu akan meningkatkan nilai Perusahaan dan profil keuangan kita. Masa depan Perusahaan adalah dalam strategi bisnisnya yang berbeda dari perusahaan pengembang lain pada umumnya.

a. Konsep Area Berorientasi Transit (KBT) atau Transit Oriented Development (TOD)
Jakarta sebagai ibu kota Indonesia, setiap tahun menyaksikan pertumbuhan pesat dalam jumlah kendaraan pribadi. Kurangnya pertumbuhan yang terorganisir dan tidak diikuti oleh pembangunan infrastruktur yang memadai, menyebabkan Jakarta menjadi salah satu kota dengan lalu lintas terburuk di Asia Tenggara. Jika pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi terus berlanjut, pertumbuhan infrastruktur tidak dapat mengimbangi jumlah kendaraan pribadi dan dapat membuat pengembangan kota menjadi boros, tidak efisien, dan tidak terorganisir. Dari masalah, konsep Transit Oriented Development (TOD) muncul untuk mengatasi masalah tersebut. Implementasi TOD telah dilakukan oleh negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Hongkong, Australia dan negara-negara di Eropa. Tujuan dari konsep TOD adalah untuk membangun tempat tinggal di dekat transportasi umum, Pusat Perbelanjaan, kawasan bisnis, dan tujuan hiburan sehingga dapat mengurangi ketergantungan publik pada penggunaan kendaraan pribadi. Dengan konsep area berorientasi TOD, Publik dapat memperoleh manfaat dari yang berikut (sumber: www.jakartamrt.co.id):

- Mengurangi lalu lintas dan polusi

- Menciptakan lingkungan yang sehat dan aktif dengan berjalan kaki

- Memfasilitasi akses ke ruang kerja dan pusat ekonomi

- Meningkatkan nilai properti di dekat area TOD

- Menambahkan opsi mode transportasi di daerah perkotaan

Prospek Bisnis

Transportasi umum yang dibangun untuk mendukung konsep TOD antara lain adalah LRT (Light Rapid Transit), MRT (Mass Rapid Transit), dan terminal bus. Konsep TOD dibuat untuk mendukung daya angkut penumpang seoptimal mungkin dengan menciptakan area di mana berbagai fasilitas untuk mendukung kebutuhan publik tersedia di daerah terdekat seperti yang digambarkan di bawah ini.

WALK

Tersedianya fasilitas dan jalur khusus yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki.

MIX

Tata lahan mixed-use yang menyatukan beragam fungsi dalam satu Kawasan.

CYCLE

Tersedianya fasilitas dan jalur khusus untuk sepeda.

DENSIFY

Adanya fungsi guna lahan permukiman dan komersial pada wilayah di sekitar stasiun dan memastikan bahwa semua penduduk memiliki akses terhadap transportasi publik tersebut.

CONNECT

Properly connected bicycle and pedestrian paths will generate a shorter and direct access to goods, services and public transports.

COMPACT

TArrangement of the smart city will help create an environment where residents workplace, school, shopping centers and points of interest are adjacent with each are. This will impact directly to travel time and exhaust emissions.

PUBLIC TRANSPORT

High frequency, quick and reliable public transport can reduce dependency on private vehicles.

SHIFT

Penetapan tarif parkir yang sesuai serta pengurangan lahan untuk parkir sebagai bentuk insentif bagi pejalan kaki, pesepeda dan pengguna transportasi publik lainnya.

b. Pengembangan Proyek dengan model Transportasi Massal Khususnya Light Rapid Transport (LRT)
Pengembangan transportasi massal telah berhasil dikembangkan di banyak negara maju termasuk negara-negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura dan Thailand. Pengembangan infrastruktur transportasi didukung oleh pembangunan ekonomi yang memadai, pembangunan infrastruktur di suatu negara secara tidak langsung akan mempengaruhi perekonomian negara. Pertumbuhan investasi pada infrastruktur transportasi dapat mempercepat waktu yang dihabiskan di jalan sehingga meningkatkan efektivitas kerja dan mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk transportasi. Dengan meningkatkan efektivitas waktu dan biaya, itu akan meningkatkan produktivitas masyarakat dan memengaruhi kinerja Perusahaan dalam skala mikro. Peningkatan kinerja Perusahaan yang baik juga akan meningkatkan kondisi ekonomi makro di negara ini.

Indonesia adalah negara dengan penjualan kendaraan pribadi tertinggi di ASEAN (sumber: www.industri.kontan.co.id) khususnya di wilayah Jabodetabek. Sebagai salah satu solusi untuk mengatasi lalu lintas di wilayah Jabodetabek, Pemerintah menyatakan bahwa pembangunan MRT dan LRT harus dilakukan. Untuk pengembangan LRT, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah menunjuk ACP untuk mengembangkan proyek LRT sebagai kontraktor dan PT Kereta Api Indonesia sebagai operator sesuai dengan Perpres No. 98/2015. Pengembangan proyek LRT akan dikembangkan dalam dua tahap di mana akan ada 24 stasiun LRT ketika semua tahap selesai. Proses pembangunan MRT ditargetkan selesai pada bulan Maret2019 dan LRT ditargetkan selesai pada Mei 2019. Dari situs resmi LRT, saat ini terdapat empat proyek TOD resmi dan dua di antaranya adalah proyek milik Perusahaan (sumber) : www.lrtcity.com).

Keberhasilan proyek LRT ini akan sangat mempengaruhi prospek bisnis Perusahaan di masa depan karena konsep Proyek yang diusung oleh Perusahaan. Semakin banyak kereta api LRT yang akan dibangun oleh Pemerintah di masa depan, semakin tinggi prospek bisnis Perusahaan.

c. Prospek Industri Properti
Proyeksi peningkatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada 2019 diharapkan menjadi pendorong positif bagi industri properti secara umum. Perusahaan berkeyakinan bahwa prospek bisnis Perusahaan di masa depan sangat menjanjikan dengan membaiknya kondisi ekonomi Indonesia yang dapat memberikan dampak positif bagi industri properti di Indonesia. Beberapa indikator yang dapat mendukung prospek bisnis Perusahaan antara lain:

1. Rencana pengembangan infrastruktur besar-besaran yang dilakukan oleh Pemerintah, seperti Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT) dan jalan tol dalam rangka mendukung pengembangan industri properti dengan menambahkan lebih banyak akses antara lokasi perumahan dengan kawasan bisnis dan area komersial.

2. Peningkatan pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh peningkatan konsumsi domestik yang didukung oleh peningkatan daya beli masyarakat, mengakibatkan peningkatan permintaan perumahan baik dari segmen menengah ke bawah maupun segmen menengah ke atas.

3. Peningkatan permintaan pada perumahan vertikal karena perubahan gaya hidup dan tren investasi.

4. Peningkatan standar hidup masyarakat mengakibatkan perubahan gaya hidup dan permintaan akan perumahan berkualitas tinggi dan kompleks.

Piramida penduduk Indonesia juga diklasifikasikan sebagai tipe ekspansif dengan laju pertumbuhan penduduk untuk periode 2010-2017 sebesar 1,34% (sumber: Badan Pusat Statistik, 2017) per tahun, tingginya jumlah penduduk Indonesia pada usia produktif adalah diperkirakan akan mendorong permintaan pada properti hunian baru. Tren Investasi Langsung Asing atau investasi modal langsung oleh investor asing juga menunjukkan tren peningkatan dan karenanya dapat mendorong pertumbuhan penjualan properti baik untuk sektor perkantoran, perumahan atau pusat perbelanjaan. Berdasarkan data indeks yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) hingga kuartal I tahun 2018, pertumbuhan permintaan perumahan dalam bentuk apartemen di wilayah Jabodetabek adalah sekitar 7,53% YoY.

Dengan meningkatnya permintaan apartemen di wilayah Jabodetabek, maka melalui Keunggulan Kompetitif Perusahaan dengan konsep pemecahan masalah, unik dan harga terjangkau, Perusahaan percaya bahwa produk yang dibuat oleh Perusahaan dapat diserap sepenuhnya oleh pasar.

Dengan program tax amnesty di bawah Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 118 / PMK / 03/2016 tentang Implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak oleh Pemerintah, Perusahaan juga percaya bahwa industri properti akan menyaksikan peningkatan yang lebih tinggi, mengingat akan ada capital inflow ke Indonesia oleh investor yang akan diinvestasikan di industri properti.

Perusahaan tidak tergantung pada kontrak industri, komersial atau keuangan termasuk kontrak dengan pelanggan dan / atau pemerintah.

Kegiatan Pemasaran

Berikut ini adalah proses Kegiatan Pemasaran yang dilakukan oleh Perusahaan:

Dengan melakukan Kegiatan Pemasarannya, Perusahaan mulai dari menciptakan strategi pemasaran yang spesifik untuk segmen, target dan harga pasar target. Setelah strategi ditetapkan, berbagai media pemasaran seperti selebaran, pemasaran digital serta presentasi langsung digunakan sebagai pendekatan terhadap konsumen ritel, untuk mendekati konsumen korporat, Perusahaan menggunakan alat presentasi dan negosiasi. Jika konsumen ritel tertarik untuk membeli unit apartemen yang ditawarkan, Perusahaan akan mulai memproses pesanan konsumen mulai dari persiapan pembayaran uang muka, surat pesanan dan kontrak. Setelah proses pembangunan apartemen mencapai 20%, kontrak penjualan dapat disiapkan untuk ditandatangani oleh pelanggan, setelah Proyek selesai maka proses pengiriman unit dapat dilaksanakan dan proses Kegiatan Pemasaran berakhir.

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian