LRT City Project, ADHI Ensure 25% Target MBR

Proyek LRT City, ADHI Pastikan 25% Sasar MBR

Atas instruksi Menteri Badan Usaha Milik Negara, PT Adhi Karya Tbk. berencana mengalokasikan 25% dari keseluruhan proyek LRT City sebagai hunian yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.
Direktur PT Adhi Karya Tbk. (ADHI) Budi Saddewa Soediro mengatakan dari empat yang sudah dilepas ke pasar, perusahaan baru merencanakan sekitar 6.000 unit. Adapun unit dimaksud yakni dari LRT City Eastern Green Bekasi 3.200 unit dalam empat menara, LRT City Gateway Park Jaticempaka 1.600 unit dalam dua menara, LRT City Urban Signature Ciracas 1.200 unit dalam dua menara, dan LRT City Sentul Royal Park yang masih dirancang desainnya.

Namun, perusahaan belum memastikan waktu peluncuran resmi proyek yang dapat diakses fasilitas likuiditas pembiayaan perumahaan atau FLPP tersebut. “Kami rencanakan 25% dari total proyek LRT City untuk MBR dengan batas harga sesuai ketentuan yang diberlakukan pemerintah,” katanya, Sabtu (9/9). Budi menuturkan proyek LRT City garapan Departemen TOD dan Hotel sejauh ini akan menargetkan kepemilikan lahan pada 16 stasiun kereta api ringan. Adapun, satu titik stasiun yakni LRT City Cikunir II akan digarap oleh anak usaha PT Adhi Persada Properti seluas 4,6 hektare. Menurut Budi saat ini perusahaan masih memiliki lahan TOD untuk 10 stasiun dengan total lahan 54 hektare. Rencananya, perusahaan akan mengakuisisi hingga 130 hektare hingga akhir tahun dengan anggaran Rp1,4 triliun untuk enam titik stasiun. Budi menilai untuk pengembangan 54 hektare kawasan TOD di 10 stasiun, perseroan kira-kira akan menginvestasikan hingga Rp35 triliun dengan waktu penyelesaian sembilan tahun ke depan. “Untuk hasil akuisisi lahan akan menjadi proyek jangka panjang bagi perseroan. Sebab, dalam pengembangan TOD dibutuhkan perencanaan desain yang matang mengingat karakteristik tiap stasiun berbeda-beda,” ujarnya. Sementara itu, Budi menambahkan rencana perusahaan untuk melepas Departemen TOD dan Hotel menjadi anak usaha baru dipastikan akan dilakukan pada Maret atau selambat-lambatnya April 2018.

Sejauh ini pun target modal awal pembentukan anak usaha TOD masih terealisasi sebesar Rp1,3 triliun dari target Rp3 triliun. Departemen TOD dan Hotel masih menunggu suntikan ADHI sebesar Rp1,7 triliun untuk melepaskan diri.

Ke depan, Budi memastikan perusahaan akan terbuka dengan berbagai skema kerjasama pengembangan proyek baik dengan swasta maupun pengembang BUMN lain. Hal itu sudah dilakukan di LRT City Gateway Park Jaticempaka, dengan kepemilikan 60% oleh ADHI dan sisanya oleh mitra yakni PT. Urban Jakarta Propertindo.

Sumber: Properti Bisnis

LEAVE A COMMENT

Your email address will not be published.

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian