LRT Belum Beroperasi, Urban Jakarta sudah Nanggok Rp 224 Miliar

LRT Belum Beroperasi, Urban Jakarta sudah Nanggok Rp 224 Miliar

Belum lagi angkutan kereta ringan (light rail transit/LRT) Jabodebek beroperasi, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (Urban Jakarta) sudah menanggok Rp 224,27 miliar pada semester I-2019. Pendapatan itu dari penjualan apartemen yang terletak di area angkutan umum massal tersebut.

“Pendapatan apartemen untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2019 merupakan pendapatan atas penjualan apartemen Proyek Gateway Park, Urban Signature Ciracas, dan Urban Sky sebesar Rp 224,27 miliar,” tulis manajemen dalam dokumen resmi yang dilansir belum lama ini.

Masih dari dokumen yang sama, pendapatan dari penjualan apartemen pada semester I-2019 itu, melonjak 708,76% dibandingkan Rp 27,73 miliar pada periode sama 2018.

“Untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2019 terdapat penjualan atas satu pelanggan yang melebihi 10%, yaitu atas penjualan apartemen Urban Sky kepada PT Wijaya Karya Realty senilai Rp 203.141.624.638 atau 90,6% dari total nilai penjualan,” jelas manajemen.

LRT Jabodebek merajut Jakarta dengan kota di sekitarnya, yakni Bekasi, Depok, dan Bogor. Progres LRT Jabodebek sampai dengan akhir Agustus 2019 mencapai 64, 4%. Torehan itu menyusul tersambungnya longspan Kali Bekasi dan JORR.“Beberapa titik longspan lainnya sedang dikebut pengerjaannya,” ujar manajemen LRT Jabodebek, seperti dikutip dari laman resmi mereka, akhir Agustus 2019.

Hingga akhir 2018, Urban Jakarta tengah membangun empat proyek berkonsep transit oriented development (TOD) yang semuanya berada dalam lintasan jaringan LRT Jabodetabek. Dua di antaranya merupakan produk kerja sama operasi (KSO) dengan PT Adhi Commuter Properti (ACP) yaitu Gateway Park di Jaticempaka, Bekasi dan Urban Signature di Ciracas, Jakarta Timur. (mm1)

sumber : MARKETMOVER

LEAVE A COMMENT

Your email address will not be published.

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian