Catat! Belanja Aset Urban Jakarta Propertindo (URBN) Mencapai 58,52%

Catat! Belanja Aset Urban Jakarta Propertindo (URBN) Mencapai 58,52%

  • September 6, 2019
  • in News

PT Jakarta Urban Propertindo Tbk menaikkan alokasi dana akuisisi aset sebesar 58,52% dari semula Rp 215,78 miliar menjadi Rp 342,06 miliar. Penambahan dana itu sejalan dengan perubahan opsi akuisisi dari sebelumnya hanya tanah, kini menjadi akuisisi tanah, proyek atau perusahaan.

Dana akuisisi tersebut setara dengan 80,83% terhadap total perolehan dana dari hasil initial publik offering (IPO) sebesar Rp 423,18 miliar pada tahun lalu. Sisa penggunaan dana IPO terdiri dari Rp 26,27 miliar untuk pengembangan lahan dan Rp 54,84 miliar untuk modal kerja.

Semula Jakarta Urban Propertindo mengalokasikan dana Rp 215,78 miliar hanya untuk mengakuisisi lahan. Rencana penggunaan dana sisanya meliputi Rp 129,46 miliar untuk pengembangan lahan dan Rp 77,95 miliar untuk modal kerja.

Namun belakangan Jakarta Urban Propertindo menilai bisnis tidak akan berkembang secara optimal jika hanya mengandalkan akuisisi lahan. Mereka kemudian meminta restu para pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) kemarin (5/9) untuk memperluas cakupan akuisisi aset. Hasilnya, Jakarta Urban Propertindo memiliki opsi untuk membeli tanah, proyek maupun perusahaan lain.

Alasan mengubah opsi belanja aset juga berkaca dari kondisi di lapangan. Jakarta Urban Propertindo ingin fokus pada proyek properti berkonsep transit oriented development (TOD). Namun kenyataannya, banyak lahan strategis yang dikuasai oleh perusahaan lain.

Selain itu, Jakarta Urban Propertindo juga melihat belanja proyek atau perusahaan lain lebih mini risiko. “Karena itu, dengan melakukan akuisisi atas perusahaan, kami akan mengurangi munculnya kemungkinan spekulasi yang tidak wajar atas harga tanah,” kata Tri Rachman Batara, Corporate Secretary PT Jakarta Urban Propertindo Tbk, Kamis (5/9).

Selama semester I-2019, Jakarta Urban Propertindo atau yang tercatat dengan kode saham URBN di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah berbelanja lahan senilai Rp 38,15 miliar. Sementara biaya pengembangan lahan menghabiskan dana Rp 13,06 miliar dan modal kerja menyedot biaya Rp 41,63 miliar.

Untuk mengembangkan lahan anyar, Jakarta Urban Propertindo berencana menjalin kerja sama dengan perusahaan lain. Hanya saja, manajemen perusahaan masih merahasiakan detailnya. “Ada beberapa opsi kerja sama dan sedang menjajaki dengan beberapa mitra,” kata Tri.

Hingga akhir tahun ini, manajemen URBN melanjutkan pengembangan empat proyek. Keempat proyek tersebut meliputi Urban Signature di Ciracas Jawa Barat dan Gateway Park yang merupakan proyek kerjasama operasi (KSO) dengan PT Adhi Commuter Properti. Dua proyek lainnya adalah Urban Sky dan Urban Suites.

Selama Juli-Agustus 2019, Jakarta Urban Propertindo menjual masing-masing 35 unit setiap bulan dari proyek Gateway Park dan Urban Signature. Penjualan 35 unit tersebut setara Rp 20 miliar.

sumber : KONTAN

LEAVE A COMMENT

Your email address will not be published.

en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish