Urban Jakarta Propertindo, TOD & Masa Depan Urban Development

Urban Jakarta Propertindo, TOD & Masa Depan Urban Development

Transit Oriented Development (TOD), itulah kata kunci masa depan bisnis properti di kawasan megapolitan Jabodetabek. Konsep inilah yang diyakini oleh Urban Jakarta Propertindo, perusahaan pengembang spesialis TOD, akan menjadi gaya hidup masyarakat urban dalam beberapa tahun mendatang.

Meski baru berusia dua tahun, Urban Jakarta Propertindo (UJP) bisa dibilang adalah salah satu pengembang visioner yang berani mengambil peluang di saat banyak pengembang lain melakukan aksi wait & see dalam beberapa tahun belakangan ini.

Di saat kondisi bisnis properti disebut-sebut para pengamat sedang dalam kondisi slow down, UJP mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi PT Samsung Development, anak usaha Samsung Indonesia, pada 2016 lalu.

“Sebagai entitas, Urban Jakarta Propertindo sebelumnya adalah PT Samsung Development, yang kemudian kami ambil alih, sekaligus dengan aset lahan yang mereka miliki di Ciracas seluas 5 hektar,” jelas Business Develompent Director & Corporate Secretary Urban Jakarta, Tri Rachman Batara, Kamis (22/11) di Jakarta.

Urban Signature (ujp.co.id)

“Akuisisi ini bisa dibilang adalah mimpi terpendam dari owner kami yang bercita-cita mengembangkan proyek properti dengan konsep baru yang punya potensi untuk investasi masa depan,” lanjut Tri.

Meski terbilang berani menggarap proyek di saat isu properti sedang melambat, ternyata UJP tidak hanya bermodal nekad dengan idealisme visi pengembangan proyek urban lifestyle residential semata. Mereka juga telah memperhitungkan konsep hunian seperti apa yang akan menjadi pilihan konsumen ke depannya.

“Konsep hunian yang terintegrasi dengan mass trasportation seperti TOD ini adalah masa depan industri properti. Dan saat perusahaan ini didirikan, BUMN Adhi Karya sedang mengembangkan proyek transportasi massal LRT, kami melihat ada opportunity untuk mengembangkan proyek hunian yang terintegrasi dengan LRT.”

Selanjutnya, UJP melakukan kerjasama strategis dengan PT Adhi Commuter Property (ACP) anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk pengembangan proyek Urban Signature di Ciracas. ACP sendiri adalah spin off dari Departemen Transit Oriented Development dan Hotel Adhi Karya.

Urban Signature adalah proyek hunian vertikal bersifat compact (padat) yang mengedepankan konsep mix-used development. Urban Signature memiliki konsep “Green Smart Living” terintegrasi langsung dengan stasiun LRT Ciracas.

Kepada Property Inside, pria penggemar kopi & penghobi olahraga diving ini menjelaskan, pengembangan kawasan ini terdiri dari 8 tower apartemen, komersial area, ruang terbuka hijau, convention, retention lake, family garden, jalur pejalan kaki dan jogging track, Ciracas Shuttle Bus Terminal, public outdoor activity space, dan jalur sepeda.

Gateway Park (ujp.co.id)

Selain itu, UJP juga mengembangkan 3 proyek highrise building residential lain yang semuanya mengusung konsep hunian yang terintegrasi langsung dengan stasiun LRT. Yang pertama adalah Gateway Park, terdiri dari 5 tower apartemen 16 lantai yang dihubungkan oleh 2 basement dilengkapi area Commercial Station Mall 5 lantai.

Proyek ini juga dikembangkan bersama Adhi Commuter Property dalam bentuk KSO (Kerjasama Operasional).

Kemudian proyek Urban Suites dan Urban Sky, keduanya berlokasi di Cikunir Bekasi. Urban Sky yang terdiri dari 2 tower apartemen setinggi 32 lantai itu telah mendapatkan izin-izin prinsip yang dibutuhkan seperti IMB dan izin test pile.

Pengembangan usaha yang demikian masif ini terus mendongkrak pertumbuhan asset perusahaan. Ditambah dengan konsep integrasi hunian dengan TOD yang ditawarkan UJP menjadi daya tarik bagi konsumen dan partner bisnis pengembang nasional ini.

Urban Sky (ujp.co.id)

“Karena itu kami sudah harus menyiapkan beberapa plan strategis untuk menjaga trust konsumen serta partner bisnis. Dan kami berencana untuk melepas saham ke publik dengan melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 12 Desember 2018,” ungkap Tri.

Dalam aksi korporasi ini, Urban Jakarta mematok harga penawaran antara Rp 1.000 per saham hingga Rp 1.250 per saham. Dengan demikian Urban Jakarta akan mendapatkan dana segar Rp 600 miliar hingga Rp 750 miliar pada pencatatan perdana saham (listing) ini.

“Saham yang dilepas kepada publik sekitar 28%. Dan kami sangat confident dengan harga penawaran Rp 1.000 sampai 1.250 per-saham mengingat besarnya potensi pertumbuhan proyek-proyek kami ke depannya. Dan para calon pemegang saham juga memahami bahwa konsep hunian yang kami tawarkan ini potensinya luar biasa.”

“Konsep hunian yang terintegrasi dengan mass trasportation seperti TOD ini adalah masa depan industri properti.”

Tri Rachman Batara – Business Develompent Director & Corporate Secretary Urban Jakarta

Tri juga menjelaskan, ke depan UJP akan semakin meningkatkan pendapatan berulang perusahaan (recurring income) untuk menjaga stabilitas harga saham. Pendapatan berulang ini, menurut Tri, akan dimaksimalkan oleh UJP dengan pengelolaan asset-asset properti retail dan leasing perusahaan seperti mall atau pengelolaan Co-working & Co-Living Space.

“Setelah proyek-proyek ini selesai dalam beberapa tahun ke depan, kami akan memaksimalkan pengelolaan asset untuk meningkatkan recurring. Kami membidik kontribusi recurring hingga 30% dari total pendapatan,” tutup Tri.

Source: Property Inside

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian